RAIH KEBAHAGIAAN DENGAN KETENTERAMAN

Kebahagiaan harus dikejar, hanya akan tercapai jika berhasil selamat dalam menjalankan kehidupan yang tenteram.

Bahagia itu bukan hanya sebatas kaya dan banyak uang saja. Pulih dari sakit,  damai dari perselisihan, rukun setelah kemelut adalah contoh dari keselamatan. Ada peningkatan, perbaikan, kemudahan setelah terjadi susah, sakit, sedih, takut. Tidak mungkin manusia selalu sehat, terus menerus kaya.

Bahagia adalah kondisi perasaan jika manusia dapat hidup tenteram, yang akan dicapai jika segala masalah kehidupan dapat diatasi dengan ketenangan dan kesabaran yang berguna untuk  melakukan analisa tentang apa yang sebenarnya terjadi, memilah persoalan dengan jernih tanpa menyalahkan apapun.

Bahagia akan dicapai jika hati, akal pikiran dilatih dengan tekun, terus menerus untuk tenang dan sabar dalam mengatasi persoalan hidup. Latihan dengan ketetapan hati yang kuat untuk ingat kepada Allah sebagai inti dari ibadah adalah tindakan yang  harus dijalankan.

SADARI BAHWA MANUSIA ADALAH MAHLUK AKHIRAT (rewrited from 3/5/05)

Ketika masih di alam arwah yang tidak dirasakan dan disadari, manusia sudah berjanji kepada Allah dengan syahadat untuk selalu tunduk kepada Allah. Manusia hanya ciptaan, buatan Allah. Terserah Allah melakukan apa saja terhadap manusia.

Ditugaskan turun ke bumi melalui rahim ibu kesadaran manusia belum ada. Kesadaran ingatan manusia baru muncul ketika berusia 4 � 5 tahun, mulai agak jelas pada usia remaja dan akan lengkap ketika mencapai usia dewasa.

Di dunia manusia dibekali Al Qur�an dan ajaran-ajaran Islam yang bisa diperoleh melalui lingkungan terdekatnya yaitu orang tua, pembimbing dan guru. Manusia dikenalkan dan diberi pelajaran mengenai kehidupan. Kemudian, peran ilmu dan bimbingan orang tua yang masuk ke dalam pikirannya akan menjadi penentu apakah manusia tersebut dapat beribadah kepada Allah dalam hal mana ibadah inilah yang merupakan tugas kewajiban manusia selama hidup di dunia.

Setelah mati manusia pulang ke alam akhirat yang kekal membawa bekal amal selama hidup di dunia untuk dipertanggung jawabkan.

Hidup di alam arwah sebelum lahir ke dunia, dewasa, mati, dan hidup lagi di akhirat menjelaskan bahwa manusia akan ada terus dalam bentuk kehidupan baku yang abadi. Hidup di dunia hanya sebentar saja, memerankan predikat manusia dengan atribut keduniaan yang ia pakai. Ketika pulang ke akhirat atribut tersebut ditinggalkan.

MENGATASI MASALAH KEHIDUPAN

Kesulitan pertama muncul ketika harus mengisi akal pikiran dengan pengetahuan yang benar. Apa yang harus dipelajari, dari mana diperoleh dan siapa yang mampu mengajarkan? Manusia harus memilih dengan resiko yang ada, seperti gambling (untung-untungan). Dapat diperkecil resikonya dengan ketetapan hati yang kuat, keyakinan dan memohon kepada Allah untuk diberi petunjuk mendapatkan guru yang benar.

Kemudian, timbul pertanyaan bagaimana mengetahui apakah ibadah yang dikerjakan sudah benar? Bagaimana status di akhirat kelak? Bukankah dengan melakukan ibadah yang selama ini dikerjakan dan selalu berbuat kebaikan sudah cukup? Secara naluri, rohani manusia akan selalu berusaha berlatih keras dan memohon kepada Allah agar dirinya diridhoi. Namun sering terjadi masalah kehidupan selalu ada dan menyulitkan. Penyakit berat tidak kunjung sembuh, persoalan keluarga terus menganggu, uang kurang, modal kerja selalu habis.

Masalah  tersebut dapat diatasi dengan selalu mengingat Allah sebagai inti ibadah yang dilakukan dengan keyakinan dalam dan ketekunan kuat.

Advertisement